Inspiration is everywhere. Be ready!

Popular Issues

Jangan Biarkan Anemia Merenggut Momen Bahagiamu

Sejak pandemi, Sheila sangat membatasi diri keluar rumah. Selain disibukkan dengan sekolah online, ortu juga melarangnya pergi-pergi kecuali jika ada hal yang sangat penting. Tentu saja itu sangat membosankan bagi Sheila, padahal ia tergolong remaja yang sangat aktif dan banyak kegiatan di sekolah. Tak hanya itu, berdiam diri di rumah di masa pandemi berdampak bagi …

Films

The Martian: Ketika Berjuang adalah Satu-Satunya Pilihan untuk Bertahan Hidup

The Martian adalah sebuah film yang sudah cukup lama dirilis, yaitu pada tahun 2015. Film ini sedikit-banyak mengingatkan saya pada film Cast Away (2000)yang mengisahkan tentang hal serupa tentang bagaimana manusia bertahan hidup saat terdampar sendirian di tempat yang terpencil. Bedanya adalah setting tempatnya. Jika Cast Away di suatu pulau terpencil di bumi, The Martian bersetting di Planet Mars. Namun keduanya meninggalkan kesan mendalam tentang perjuangan untuk survive.

Trends

QRIS: Kemudahan Transaksi Digital Era Milenial

Digitalisasi membuat transaksi menjadi lebih mudah. Selain itu, proses melakukan transaksi digital juga lebih cepat dan praktis jika dibandingkan dengan transaksi konvensional. Berdasarkan catatan Bank Indonesia, transaksi digital meningkat 37,8 persen secara tahunan di era pandemic Covid-19. Penggunaan uang elektronik juga naik 65%, sementara ATM, kartu debit dan kredit turun sekitar 18,9%.

Films

Mulan dan Pembebasan Perempuan

Film ini berjudul Mulan,mengisahkan tentang Hua Mulan (diperankan oleh Liu Yifei), salah satu sosok perempuan paling legendaris di Tiongkok Kuno. Kisah heroik Hua Mulan ini pertama kali tertuang dalam teks-teks kuno dan diceritakan kembali dalam puisi terkenal, “Ballad of Mulan”, dan kemudian dipopulerkan dalam film Walt Disney 1998 dengan judul Mulan. Namun, alih-alih riang, dan dengan lagu-lagunya dalam versi animasinya, film ini lebih suram, dan bernuansa perang. Tokoh Mushu, naga jenaka sahabat Mulan, dihilangkan, dan Cricket (jangkrik) dihadirkan dalam tokoh manusia.

Films

Baby Bus: Mulai dari Mengupil sampai Edukasi tentang Celana Dalam

Setelah Dissy dan Dobby, serial kartun pertama yang dikenal Gib di usianya yang belum genap setahun ketika itu, ada satu film lagi yang menyita perhatiannya saat ia menginjak 2 sampai 3 tahunan ini. Baby Bus, judulnya. Awalnya saya tidak terlalu memerhatikan ketika Gib menontonnya. Entah sudah berapa judul yang telah ditontonnya, dan temanya sangat beragam. Film ini menarik karena selain animasinya yang memikat, lagu-lagunya juga ear catching, mudah pula dihafalkan.

Films

Yang Tak Tergantikan: Kursi yang Tak Terisi

Selain fantasi, thriller, dan science fiction, genre film yang mampu membuat saya melek sepanjang menontonnya adalah drama keluarga. Sebut saja Sabtu Bersama Bapak, Keluarga Cemara, dan Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini. Alih-alih ketiduran di tengah-tengah film seperti kalau menonton genre romance, saya siaga sepanjang film dengan segepok tisu di pangkuan. Kalau menonton Gundala saja bisa bikin saya mewek, apalagi film-film yang menguras emosi itu.

Books

Mindfulness: Mari Temukan Kebahagiaan, Meski dalam Kepiluan Hidup

Sungguh tak mudah menerima kenyataan bahwa di suatu fase perjalanan hidup kita, kita harus mendengar vonis dokter bahwa dalam diri kita, bersemayam penyakit ganas. Penyakit yang akan terus menggerogoti tubuh kita, dan kita akan dipaksa berteman dengannya, hingga maut menjemput. Lalu bagaimana dengan orangtua kita, pendamping hidup kita, bahkan anak-anak kita?

Films

Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot

Seorang hero sering kali digambarkan tumbuh dalam kepahitan hidup. Bruce Wayne alias Batman yang harus menyaksikan kedua orangtuanya dibunuh di depan matanya, Peter Parker alias Spiderman yang kehilangan orangtua dan membuatnya diasuh oleh kakek-neneknya, adalah dua di antaranya. Ketika melihat part awal film Gundala, saya dibuat tercenung dengan kisah yang menggambarkan luka masa kecil seorang Sancaka. Lalu di part berikutnya, diperlihatkan bagaimana seorang Pengkor (Bront Palarae) menjadi iblis yang bersembunyi di balik jubah penyelamat demi melampiaskan dendam masa kecilnya.

Books

Creative Writing: Tips dan Strategi Menulis Cerpen dan Novel

Buku ini saya temukan saat saya sedang tersaruk-saruk menulis. Karena sudah lama vakum, saya jadi sangat sulit mulai menulis lagi. Buku ini saya beli dari sebuah toko online milik seorang kawan penulis di Solo. Ada banyak hal yang saya dapatkan dari buku ini, dan ingin membaginya kepada kalian. Siapa tahu kalian juga membutuhkan suntikan motivasi untuk menulis.