Di tahun 2021 ini, saya mendesak diri saya untuk merapikan segala sesuatunya, termasuk kebiasaan membaca, menulis, menonton. Itulah membuat saya nekat membuat “rumah” baru di awal 2021, ambhitadhyan.com, meski masih sangat sederhana. Saya sadar, yang perlu diupgrade bukanlah kerennya tampilan webnya, melainkan kualitas isi dan konsistensi saya dalam memperbarui kontennya. Niatnya, konten web saya berkisar pada topik tentang buku, film, opini, dan kalau bisa ditambah catatan perjalanan (yang ini sepertinya akan tertunda dulu selama belum bisa traveling ke mana-mana). Rencananya, setidaknya di akhir pekan ada tulisan baru. Tapi dari sekian rencana konten, tampaknya baru review film yang bisa dituliskan, mungkin beberapa konten untuk lomba. Karena, dalam sebulan ini, aktivitas baca saya masih baru setengah buku. Sedih, deh.

Nah, berhubung belum ada review buku yang bisa ditulis, saya mau menulis review film lagi dulu. Sebenarnya film ini sudah saya tonton dua minggu lalu, tetapi karena harus mendahulukan ini dan itu, baru sekarang saya bisa menuliskannya.

Film ini berjudul Mulan,mengisahkan tentang Hua Mulan (diperankan oleh Liu Yifei), salah satu sosok perempuan paling legendaris di Tiongkok Kuno. Kisah heroik Hua Mulan ini pertama kali tertuang dalam teks-teks kuno dan diceritakan kembali dalam puisi terkenal, “Ballad of Mulan”, dan kemudian dipopulerkan dalam film Walt Disney 1998 dengan judul Mulan. Namun, alih-alih riang, dan dengan lagu-lagunya dalam versi animasinya, film ini lebih suram, dan bernuansa perang.  Tokoh Mushu, naga jenaka sahabat Mulan, dihilangkan, dan Cricket (jangkrik) dihadirkan dalam tokoh manusia.

Kekuatan yang Tersembunyi

Hua Mulan di masa kecilnya (diperankan oleh Crystal Rao) adalah seorang anak perempuan yang sangat energik. Ia sangat suka berlarian ke sana-kemari, mengejar ayam hingga memelesat ke atap rumah dan merusak barang-barang tetangga akibat ulahnya. Tingkahnya dianggap sebagai aib oleh keluarganya karena pada zaman itu, perempuan hanya bertugas untuk “diam, tenang, anggun, elegan, dan sopan”.  Kekuatan Mulan kecil di dalam energy chi-nya juga berusaha disembunyikan oleh ayahnya karena hanya kaum lelaki dan kesatria yang diperbolehkan memilikinya. Jika perempuan memperlihatkan kekuatan itu maka mereka dianggap sebagai penyihir. Saat menginjak remaja dan sudah masanya mencari jodoh, Mulan kembali mempermalukan orangtuanya karena sikapnya yang tak lazim dan membuat mak comblangnya mengamuk.

Suatu ketika, Suku Rounan yang dipimpin oleh Bori Khan (Jason Scott Lee) dan pendampingnya yang merupakan seorang penyihir Xian Lang (Gong Li) menyerbu Tiongkok. Kaisar (Jet Li) mengeluarkan perintah agar setiap keluarga mengirimkan satu putra untuk menjalani latihan dan ikut berperang. Dalam keluarga Mulan yang terdiri dari dirinya, ibunya (Rosalind Chao) dan adiknya (Xana Tang), serta ayahnya (Tzi Ma), tentu hanya ayahnya yang memenuhi syarat. Namun, kondisi Hua Zhou yang sudah tua dan pincang, tak memungkinkan baginya untuk kembali menjadi seorang prajurit perang.

Tak ingin ayahnya memaksakan diri untuk maju berperang, menyelinaplah Mulan pada suatu malam, dengan mengenakan baju lelaki dan berbekal pedang warisan turun-temurun keluarganya. Ia pergi mengajukan diri menjadi prajurit demi membela Kaisar.

Pembebasan Perempuan

Selama berlatih perang, Mulan harus menyamar menjadi Hua Ju (Hua adalah nama keluarga Mulan).  Ia harus menahan diri saat berinteraksi dengan teman-temannya yang semuanya laki-laki. Ia juga harus menghindari aktivitas yang akan bisa membuat identitasnya terbongkar, seperti mandi bersama, kebiasaan yang dilakukan di kamp latihan perang itu.  Mulan kemudian memperlihatkan keunggulan kekuatannya di antara semua teman laki-lakinya. Di sinilah ditekankan bahwa perempuan ternyata dapat menyembunyikan kekuatan yang melebihi laki-laki.

Dalam Mulan, dikisahkan tentang bagaimana perempuan harus berjuang “membebaskan dirinya”. Xian Lang adalah perempuan yang membantu Bori Khan membalaskan dendamnya kepada Kaisar yang telah membunuh ayahnya. Xian Liang diaslingkan oleh bangsanya karena memiliki kekuatan, dan dianggap sebagai penyihir. Xian Liang memiliki misi tersendiri dengan membantu Bori Khan. Jika Bori Khan menang atas peran besarnya maka kesetaraan gender akan terwujud. Ia pun membujuk Mulan untuk bergabung bersamanya untuk mewujudkan emansipasi itu namun Mulan menolaknya. Sadar bahwa ambisinya tak mungkin terwujud, Xian Liang membelot dan memutuskan membantu Mulan dan akhirnya berujung pada kematiannya.

Film yang Memukau

Menurut saya, Mulan versi 2020 ini cukup berhasil. Selain akting para aktornya yang tak diragukan lagi, koreografi pertarungan serta pengambilan gambarnya pun cukup mengesankan. Hanya saja, tokoh Mulan yang berani mendobrak aturan, digambarkan agak terlalu lembut oleh Liu Yifei. Menurut saya sih, akan lebih mengesankan jika jiwa pemberontaknya lebih dimunculkan dalam karakternya.

Written by

Ambhita Dhyaningrum

Pengajar, penerjemah, editor, kadang-kadang penulis.